Harapan Kosong

4 Apr

Pages                 : 4

Word                 : 1177

Characters (no spaces)     : 6526

Characters (with spaces)     : 7650

Paragraphs             : 52

5

4

3

2

1

Chek this out!

***

Pertemuan pertama denganmu, kau sangat hangat padaku.

***

Aku sangat suka sekali dengan pramuka. Dari SD sampai saat ini aku duduk di bangku SMP, ekstra yang aku pilih selalu pramuka. Aku sangat mencintai alam bebas, berkemping dan mendaki gunung. Seperti hari ini aku akan mengikuti seleksi anggota pramuka di sekolahku. Aku sudah menyiapkan seluruh peralatan yang nantinya akan diperlukan. Seperti buku saku dan sku, lalu bendera morse, tongkat, tali, dan masih banyak lagi.

Sesampainya di sekolah, aku langsung bergabung dengan barisan yang telah dibentuk di lapangan basket. Pertama-tama kami melakukan apel yang dilanjutkan dengan pembukaan oleh Pembina ekskul pramuka oleh Kak Sion.

Setelah itu, kami (yang akan mengikuti seleksi pramuka) disuruh mengambil kertas yang digulung. Akupun mengambilnya satu, dan di dalamnya terdapat angka 2. Ternyata, tujuannya adalah untuk membentuk regu! Bagi yang mendapat nomor 1 maka berkumpul dengan teman-teman lain yang juga mendapatkan nomor 1, yang mendapat nomor 2 juga berkumpul dengan teman-teman yang mendapat nomor 2, begitu seterusnya. Setelah menengok ke kanan ke kiri dan bertanya “dapet nomer berapa?” akhirnya aku menemukan juga reguku yang lainnya. Dalam reguku ada 3 anak cewek dan 2 anak cowok. Setelah menentukan Rio sebagai ketua dan Gabriel sebagai wakil regu sementara 3 sisanya, sivia, shilla dan aku sendiri menjadi anggota regu. Padahal aku pingin banget jadi ketua regu! Tapi nggak apalah, biarin ngalah sama anak cowok.

Lalu ada tanda peluit pemanggilan ketua regu. Ternyata kami mendapat nama regu ‘MAHONI’.

Setelah itu, hal pertama yang harus kami lakukan adalah mencari koin di dekat lokasi lapangan basket ini. Dan setelah selesai, aku sama sekali nggak mendapatkan koin yang dimaksud! Huhu.. lalu Rio menghampiriku dan menepuk pundakku, memberi semangat “Nggak papa! Masih ada challenge yang lain kok!”

***

Aku nggak tau apa maksud dari semua perhatianmu.

***

Lalu, berikutnya kami mendapatkan selembar kertas yang ternyata isinya morse, bunyinya ‘jalanlah terus dengan dipimpin oleh ketua regumu menuju lapangan volly’. Dan kami pun segera menuju lapangan volly. Ternyata disana akan diadakan tes PBB. Mata kami ditutup lalu diberi aba-aba seperti PBB pada umumnya seperti balik kanan, hadap kanan, hadap kiri, jalan ditempat, maju, mundur atau serong.

Saat diberi aba-aba maju 5 langkah, pada langkah ke 5 sepertinya aku bertubrukan dengan seseorang. Cukup keras, karena orang itu lebih tinggi dari aku. Dan setelah kami diperbolehkan untuk membuka penutup mata, ternyata orang kutabrak tadi adalah Rio. Dan dia segera menghampiriku dan berkata. “Sorry ya! Kamu nggak papa kan?”

Lalu Challenge yang ketiga. Kami disuruh ke tempat parkir guru. Ternyata kami disuruh membaca gerakan bendera oleh kakak kelas. Aduh! Aku nggak bisa kalau bagian beginian. Aku menepuk keningku sendiri.

“Kamu nggak bisa ya? Nanti liat aja punyaku!” kata suara itu. Dan saat aku berbalik. Rio tersenyum, senyum khas yang menurutku sangat menenangkan hati.

***

Aku mulai mengagumi kebaikan yang kauberikan padaku.

***

Masuk ke challenge yang ke empat adalah tali temali. Kalau ini mah, kehahlianku banget! Regu kami disuruh membuat tandu dan gardu. Shilla, sivia dan Gabriel membuat gardu. Sementara aku dan Rio membuat tandu.

“Huft! Akhirnya selesai juga!” kataku dengan gaya menghela peluh yang mengucur di kening.

“Kamu hebat juga ya ternyata soal tali temali!” puji Rio. Dan aku tersenyum.

Challenge yang kelima sekaligus yang terakhir. Kami lagi-lagi harus memakai penutup mata. Kali ini bukan senior yang memakaikan penutup mata padaku, tetapi Rio. Setelah mataku ditutup. Kami berlima harus memegang 2 tongkat yang telah digabungkan. Dan di depan sudah ada kakak kelas yang member aba-aba misalnya maju 2 langkah. Sering banget aku menginjak sepatu bagian belakang milik Rio. Lalu setelah itu, kami berhenti di tempat terbuka yang banyak cahayanya. Lalu kami disuruh menengadahkan tangan. Lalu kakak kelas akan menaruh sesuatu ditangan kami dan kami harus menebak apa yang ada di tangan kami! Barang pertama yang ku terima adalah.. umm, sepertinya cacing. Lalu aku mengatakan “cacing ya kak?” dan sang senior mengiyakan jawabanku. Barang yang kedua, dingin, dingin, ah! Pasti ini es batu. Dan jawabanku benar! Dan barang yang terakhir yang aku terima adalah.. apa nih.. lalu aku mengintip, dan ternyata.. “aaaaaa!” aku menjerit dan segera mengenyahkan binatang super menjijikkan itu dari tanganku dan aku refleks memegang tangan yang ada di sebelahku. Aku benar-benar ketakutan hingga mukaku pucat. Akhirnya kami duduk di gazebo. Tapi perasaanku tetap saja masih ketakutan, aku merasa tanganku sangat dingin. “Udah, nggak papa.. nggak papa..” kata Rio sambil menepuk-nepuk pundakku (lagi!) anggota yang lain, shilla sivia dan Gabriel juga ikut menenangkanku.

***

Kau seakan membuatku sempurna bila kau ada disisiku. Melengkapi segala kekuranganku.

***

Setelah itu, seharian penuh kami mengikuti seleksi ini dan di akhir acara, kami semua makan bekal yang dibawa dari rumah masing-masing. Regu kami membuat lingkarang di pojok aula. Alasannya simpel, biar bisa N Y E N D E N. hahaha😀

Lalu, Rio memimpin doa. Setelah itu aku membuka kotak bekalku dengan penuh nafsu. Laper banget boo! Dan taraa.. aku lupa bawa sendok! aku menepuk jidat gue lagi. Mampus. aku tengok kanan kiri. Shilla, sivia dan Gabriel udah makan dengan lahapnya dari tadi. “Nggak bawa sendok?” tanya Rio. Aduh, nih anak kenapa perhatian banget ya sama gue. Gue Cuma menggeleng.

“Ya udah, pake sendokku aja! Nih!” w h a t ?!!!

“Eh, nggak usah! Nggak usaah!”

“Oh, ya udah!” dan si Rio malah makan pakai tangan. Hah? “kok nggak di makan sih? Nggak laper?” tanya Rio lagi.

“kok kamu makan pake tangan, sih!”

“Kamu kan nggak bawa sendok, jadi aku temenin makan pake tangan!”

***

Berakhirnya hari itu, berhakhirnya pula perhatianmu padaku. Dan aku, teramat kecewa.

***

Huft.. selesai juga acara hari ini. Rasanya pengen cepet-cepet dateng di rumah, masuk kamar dan. Tidur. Haha😀

Ke esokan harinya, aku bertemu Rio. Ku sapa deh. “Hai!” kataku sambil menepuk pundaknya, mencoba menyamakan langkahku dengan langkahnya.

“Eh, Oh, hai!” katanya dan mempercepat langkahnya. Aneh banget deh! Kemarin dia care banget sama aku. Sekarang berlagak kayak orang nggak kenal! Ih, nyebelin banget!

Malemnya, aku online facebook dan si Rio online juga! Entah kenapa gue seneng banget. Gue sapa, ah!

Me : Hai!

Eh, si Rionya malah main off. Sialan!

***

Seharusnya aku tahu, kau hanya memberikan ‘harapan kosong‘ untukku.

***

Seminggu kemudian.

Hari ini rame banget! Ada apa, ya dilapangan basket. Liat ahh….

Setelah berjubel-jubel dengan anak-anak lain. Akhirnya aku sampai di barisan paling depan. Dan, bukannya itu Rio. Dan itu.. Dea! Mereka ngapain ya?

“would you be my girlfriend?” kata alvin sambil memberikan bunga mawar merah yang dari tadi dia sembunyikan dibalik punggungnya.

“terima! Terima! Terima!” Teriak orang-orang disekitarku.

Dan dea pun dengan senang hati menangguk dan menerima bunga mawar yang disodorkan oleh Rio untuknya.

Aku benar-benar tidak bisa mencerna apa yang sedang kulihat sekarang. Dengan mudahnya dan tanpa kuperintah, air mataku seakan berlomba-lomba untuk keluar. Namun aku berusaha menahannya.

Karena tidak tahan lagi, dan merasa dadaku sangat sesak. Aku segera keluar dari kerumunan itu dan segera berlari secepat mungkin.

Seharusnya aku tak perlu menangisimu yang hanya memberikan harapan kosong padaku. Air mataku terlalu berharga dibandingkan harapan kosong yang kau berikan itu. Tapi rasa sesesak apa pun yang sekarang aku rasakan dan sederas apa air mataku yang mengalir. Toh tidak bisa merubah apapun! Kau menjadi pacarnya dea. Dan aku tetap sendiri.

To Be Continue

2 Tanggapan to “Harapan Kosong”

  1. kibiw 4 April 2011 pada 6:29 PM #

    kasian banget ify nya huhu

    • 9cookiemonster7 6 April 2011 pada 8:15 PM #

      haha😀 ada rahasia dibalik rahasia (ciaa.. apalagi ini) haha😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: