AKulah Dia Versi ICIL

30 Mar

tak pernah berhenti mencari cinta

selalu saja ada yang tak kamu suka

#Alvin P.O.V#


Hai! Gue Alvin Jonathan.

~flashback~

Gue punya temen cewek namanya Alyssa Saufika atau biasa dipanggil Ify. Dia itu cewek yang agak tomboy tapi juga bisa berubah jadi cewek feminim. Suatu hari, di kelas gue ada anak baru pindahan dari Manado.

“Vin, vin! Liat deh tuh anak baru cakep bangeeet!” seru Ify dengan wajah gemas yang seakan pingin nyubitin pipi anak baru yang berdiri di depan kelas.

Gue diem aja, secara mau bilang apa coba? Gue suka sama Ify. Dan yap! Gue nggak berani ngungkapin perasaan gue ini karena gue takut dia bakalan marah. Karna dia pernah bilang ke gue gini ‘dalam hidup gue ya, vin. Nggak ada yang namanya sahabat jadi cinta! Dan gue nganggep lo itu sebagai kakak gue! Karna gue sayang banget sama lo!’

Gue tau apa yang dia maksud ‘sayang’ di omongannya tadi Cuma rasa sayangnya ke gue sebagai sahabat, bukan rasa sayang antara cowok dan cewek pada umumnya.

Dan gue Cuma bisa menghembuskan nafas. “huft…”

terlalu jauh engkau melihat

coba rasakan yang ada di sekitarmu

#Alvin P.O.V#


“Hai, Rio!” sapa Ify.

Gue males denger Ify nyapa anak baru yang ternyata punya nama Rio itu. Dan lebih males lagi karna tuh cowok duduk didepan bangku gue sama Ify! Ify selalu ngajak ngomong Rio. Kayak pagi ini, Ify baru dateng langsung nyapa Rio. Sementara gue sekali lagi cuman bisa menghembuskan nafas. “Huft…”

“Hai, Ify!” sapa Rio.

“Tumben dateng pagi yo?”

“Iya lah! Kan hari ini ulang tahunnya Shilla! Jadi gue udah nyiapin surprise buat dia”

Ify keliatan aneh. Setelah Rio ngucapin kalimat ‘surprise buat dia’ Ify jadi keliatan muram. Dan memaksakan senyuman untuk membalas ucapan Rio tadi. Nggak biasanya Ify kayak gini. Kan Rio kalo ngomong ke Ify jawab sekenannya ‘Ya’ atau ‘Enggak’ kadang lebih parah malah dengan anggukan atau gelengan.

sesungguhnya dia ada di dekatmu

tapi kau tak pernah menyadari itu

dia slalu menunggumu untuk nyatakan cinta

#Ify P.O.V#

Sebeeeeel! Kenapa sih Rio itu selalu perhatian sama Shilla! Tadi nolongin Shilla pas mau pingsan, kemarin minjemin Shilla jaket, dan 3 hari yang lalu Rio bikin surprise buat ulang tahunnya Shilla!! Bayangin aja! Rio bikin surprise nya pas pulang sekolah nyegat Shilla di depan lapangan basket outdoor. Dan nyanyi sambil bawa gitar! Nggak Cuma gitar, tapi Rio juga bawain Shilla bunga dan hadiah ulang tahun!

Tapi yang bikin gue keki, Shilla malah nolak semua pemberian Rio dan nyegat Alvin yang mau nganterin gue (yang pada saat itu dalam keadaan nahan air mata) pulang. Shilla minta dianterin pulang sebagai hadiah ulang tahunnya dari Alvin.

“Vin, lo maukan anterin gue pulang, vin!” pinta Shilla

“…” Alvin memandang dingin Shilla tanpa menjawab permintaan Shilla tadi.

“Ayolah vin, pleaseeee! Anterin gue sebagai hadiah ulangtahun gue dari elo! Pasti gue seneng banget kalo lo yang nganterin gue pulang di hari ulangtahun gue!” Shilla kali ini memohon lebih keras sama Alvin.

Tapi, dengan cepat Alvin nyuruh gue masuk ke mobilnya. Dan Alvin secepat kilat tancap gas dari tempat itu. Gue tahu, Alvin lebih milih gue, sahabatnya. Ketimbang Shilla yang sejak kelas 10 nguber-nguber dia.

sesungguhnya dia adalah diriku

lebih dari sekedar teman dekatmu

#Alvin P.O.V#

~flashback~

Hari itu gue ada di ruang fotografi. Gue memandang layar di kamera gue. Senyumannya yang bener-bener buat hati gue tenang dan tentram. Di situ, gambar yang gue ambil waktu Ify abis ikutan lomba basket. Walaupun kalah, dan rasa super capek karena tenaganya terkuras seletah lomba. Dia masih bisa tersenyum dengan lepas. Bahkan dia tertawa dengan lepas.

“Vin!” panggil suara asing. Dan ternyata itu suara Rio.

“…” buat apa dia kesini?

“Gue mau ngomong sesuatu sama lo!”

“Ngomong aja” sahut gue datar dan dingin. Kalau gue ngelihat wajah Rio, gue selalu teringat ketika Ify nangis di hari ulangtahunnya Shilla. Waktu itu gue kaget banget. Waktu itu Ify limbung dan nangis. Gue tau, Ify pasti Broken banget karna Rio bikin surprise itu buat Shilla.

“Tolong lo tembak Shilla!” What! Apa dia gila! “kalo lo nembak Shilla, gue akan nembak Ify!”

Gue beku seketika. Gue teringat kata-kata Ify waktu dia nangis di hari ulangtahun nya Shilla. ‘Seandainya ya vin. Kalo gue jadi Shilla, gue pasti seneng banget dapet surprise dari Rio apalagi kalo gue bisa jadi ceweknya!’

“Gimana, vin? Lo setuju sama kesepakatan ini atau enggak? Gue tahu kalo lo suka sama Ify! Begitu sebaliknya, lo tahu kalo gue suka sama Shilla. Jadi di sini yang berkorban demi kebahagian orang yang kita cinta nggak Cuma lo, tapi gue juga. Gue bersedia nembak Ify kalo lo nembak Shilla itu artinya mereka sama-sama bahagia. Mereka bisa bersama orang yang mereka cinta. Lo sama Shilla dan gue sama Ify”

“Ya. Gue setuju”

berhentilah mencari

karna kau tlah menemukannya

#Alvin P.O.V#

Hari ini tepat satu bulan gue jadian sama Shilla, dan Rio sama Ify. Shilla ngajak gue jalan disalah satu mall. Dan sekarang gue mau ambil mobil di parkiran sekolah.

Tapi, waktu gue ngelewatin lapangan basket indoor. Gue kayak ngelihat Ify. Dari tadi pagi kalo gue lihat dia murung terus. Bahkan kelihatan banget kalo dia berusaha keras nahan air matanya biar nggak keluar dengan cara memejamkan mata-tarik napas-diam sebentar(pada saat itu Ify menelan habis kembali air matanya yang mau tumpah)-menghembuskan napas-dan kembali membuka mata.

Gue yang duduk disebelahnya risih banget ngelihat Ify gitu. Apalagi dia dari tadi ditegur sama guru-guru yang ngajar hari ini. Mau gue tanyain keburu ditegur juga sama guru-guru. Dan pas pulang sekolah dia keburu lari entah kemana dan gue dapet telfon dari Shilla.

Saat gue masuk ke lapangan basket indoor, ify meringkuk di salah satu bangku penonton paling ujung. Dan bisa ditebak apa yang dia lakukan sekarang. Menangis.

“Lo nggak papa?” tanya gue datar tapi tetep dalam hati gue cemas banget.

Saat Ify mengangkat kepalanya, gue nyodorin sapu tangan gue buat dia. “nih” dan Ify menghapus air matanya pake sapu tangan gue.

“Lo nggak papa?” tanya gue ulang.

“Eng..enggak” jawab Ify dengan suara serak khas orang habis nangis.

“Nggak mungkin lo nggak papa tapi lo sakarang nangis”

“Enggak kok, vin” jelas gue tahu lo bohong.

“Lo anggep gue apa sih, fy?”

“Sahabat gue lah!” kata ify dan berusaha memasang senyum.

“Terus kenapa lo nggak cerita kenapa lo bisa sampe nangis kayak gini!”

“…” Ify menunduk. Gue yakin dia nangis lagi. “Rumit, Vin. Nggak semudah apa yang lo bayangin!”

“Gimana gue bisa bayangin kalo lo nggak cerita apa masalah lo ke gue. Lo bisa cerita ke gue, fy! Seenggaknya gue bisa bantu lo mikul apa yang jadi masalah lo sekarang”

“…”

“please, fy”

“oke..” Ify menghembuskan nafas “gue gini karna Rio, vin. Entah kenapa gue nggak bahagia jadi ceweknya Rio padahal selama ini, hal ini yang gue impi-impikan. Menjadi ceweknya Rio.” Ternyata bener dugaan gue.

Ify melanjutkan perkataannya. “Rio nggak pernah peduli sama gue. Dan gue nggak habis pikir, vin. Dia yang nembak gue, tapi dia juga yang acuh tak acuh sama gue. Dan kemarin waktu gue buka-buka in hpnya Rio, wallpapernya itu gambarnya Shilla. Di galerynya isinya foto-foto Shilla. Di inboxnya juga nama Shilla semua. nggak ada jejak apa pun yang menyatakan kalo gue ini sebernya ceweknya Rio”

Jadi Rio mau melanggar perjanjian yang dia buat sendiri! Oke. Liat aja nanti!

“Apa gue putusin Rio aja ya, vin? Gue udah nggak tahan!”

“Selama semua itu baik di elo, buat elo bahagia. Gue juga bahagia.”

yang mungkin bukan

manusia sempurna

tapi dia selalu ada untukmu

#Alvin P.O.V#

Sekarang gue bisa bernafas lega. Nggak hanya menahan napas dan menghembuskannya perlahan. Guess what? Karena gue sekaranglah yang jadi cowoknya Ify.

~flashback~

Setelah Ify bilang ke gue kalo dia nggak bahagia jadi ceweknya Rio. Gue langsung nyamperin Rio dan nyeret dia ke mall tempat gue janjian sama Shilla.

“Shill, mulai sekarang angep kita nggak pernah ada hubungan apa-apa!”

“Maksud lo, vin?!!” Shilla keliatan Syok banget waktu itu.

“Mulai detik ini kita putus!”

“Lo nggak bisa mutusin gue kayak gini, vin! Tanpa alasan apapun dan dalam kondisi hubungan gue sama lo baik-baik aja!” Shilla mengatakannya dengan sedikit berteriak dan dengan suara bergetar.

“Lo tanya aja sama dia!” gue nunjuk Rio. “Dia yang ngadain perjanjian. kalo gue bisa ngebahagian lo, dia juga bisa ngebahagian orang yang gue cinta. Dan asal lo tahu, orang yang gue cinta itu bukan lo, tapi Ify! Tapi karna dia udah ngelanggar apa yang dia buat sendiri. Jadi gue nggak bisa terus-terusan jadi cowok lo!”

Gue pergi dan gue bisa tebak Shilla nangis histeris, jangan kira gue dukun karna shilla nangis nya histeris gitu.

Malemnya, gue ke rumah Ify. Dia udah bilang kalo dia udah mutusin Rio. Jadi sekarang saatnya gue menyatakan perasaan gue.

“Malam, fy!” sapa gue. Ify sedang memperhatikan gue dengan asing karna dia nggak pernah ngeliat gue serapi ini sebelumnya. Sementara dia dengan rambut acak-acakan dan kaos oblong putih plus celana basket item yang keliatan kusut.

“Tumben lu rapi begini, Vin! Gue kan Cuma ngajak lo buat nonton film itu juga di rumah gue” kata ify sambil tetap memperhatikan gue dari atas ke bawah dan balik lagi dari bawah ke atas.

“Lu bisa ikut gue sebentar nggak, fy?”

“Ikut kemana? Gue males ganti baju nih, hehe” ini salah satu sifat Ify yang gue suka. Apa adanya.

“Udah, lu tenang aja. Nggak usah pake ganti baju juga nggak papa! Lu udah cantik kok kayak begitu!” kata gue sambil narik tangan Ify.

“Eh, eh, ya udah. MAMA!! IFY KELUAR BENTAR SAMA ALVIN YAA!”

“Mau kemana sih, vin?”

“Ntar juga lo tau! Tapi lo pake penutup mata dulu! Biar surprise gitu!”

Setelah 30 menit perjalanan. Akhirnya sampe juga ditempat tujuan.

“Taraa!” kata gue sambil melepaskan penutup mata yang dipake Ify.

Ify terbelalak tidak percaya, menutup mulut dengan tangan dan.. apa? Dia menangis?

“Gila! Keren banget!”

“Kok lo nangis sih fy? Tapi lo bilang keren?”

“Ini gue nangis karna gue bahagia tau!”

“Ohya?” dan gue menepuk tangan gue 3 kali. “Liat ke langit, fy!” dan detik itu pula kembang api menyala membentuk tulisan I LOVE YOU. Gue beraksi, ngambil gitar yang ada di belakang kursi taman yang gue duduki ini dan menyanyikan lagu Akulah Dia-nya Drive. Lagi-lagi Ify terbelalak tak percaya. Seusai gue nanyi, gue ngambil bunga tulip warna putih, bunga kesukaannya Ify. “Buat lo” kata gue sambil nyodorin bunga tulipnya ke Ify.

“Makasih banget ya, vin!”

“Seharusnya gue yang makasih. Karna lo mau jadi cewek gue!”

“Hah? Kata siapa gue mau jadi cewek lo?”

“Itu lo megang bunga tulip dari gue. Artinya lo mau jadi cewek gue kalo lo nerima bunga tulip itu!”

“Enak aja lo!”

“HAHAHAA! Bilang aja deh lo juga suka sama gue, fy!”

“Idiiih.. siapa juga yang mau jadi cewek lo!”

“Ya udah kalo lo nggak mau!” gue pura-pura ngambek dan mau pergi, tapi keburu di tahan sama Ify.

“Iya, iya! Gue suka sama lo!”

“Yes!”

THE END

6 Tanggapan to “AKulah Dia Versi ICIL”

  1. kibiw 30 Maret 2011 pada 8:29 PM #

    bagus! bikin lg alfy yg panjaaang ceritanya🙂

    • 9cookiemonster7 31 Maret 2011 pada 6:30 PM #

      wah, serius? masak bagus sih? tapi makasih banyak ya😀 insya allah deh aku bikin lagi. ini aja bikin karna galau (ciaaa) haha😀

  2. kibiw 31 Maret 2011 pada 9:25 PM #

    2riuuuss malah🙂 .
    btw cerbung km yg 3600 detik dilanjut dong.. tp alvin nya jgn mati hehe

    • 9cookiemonster7 1 April 2011 pada 6:41 PM #

      wah, wah, makasih yaa😀 isnya allah hari minggu aku post yang bab 5 nya😀
      mana bisa? jalan ceritanya menakdirkan nanti alvinnya bakalan mati (apadehgue) haha😀
      kalo yang 3600 detik udah kelar aku mau cari novel lain buat di jadiin versi icil😀 mau couplenya tetep alfy atau ganti?

  3. kibiw 1 April 2011 pada 11:54 PM #

    yaudah gpp, dr judulnya jg 3600 detik. 3600 detik buat alvin kan? hehe sotoy ya. yg penting tetep lanjut sampe ending ya🙂 . tetep alfy gpp soalnya aku suka couple itu, cafy fyel jg aku suka. yg penting ceweknya ify.. hehe

    • 9cookiemonster7 2 April 2011 pada 2:54 PM #

      liat aja nanti (sok misterius deh) haha😀
      sip deh!😀
      okay! aku juga suka kalo couplenya alfy😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: