Crop Circle

26 Jan

Lingkaran Tanaman ‘Crop Circle’

 

Lingkaran tanaman atau dalam bahasa Inggrisnya ‘Crop Circle’ adalah suatu pola teratur yang terbentuk secara misterius di area ladang tanaman, seringkali pembuatannya hanya dalam waktu semalam. Fenomena ini pertama kali di temukan di Inggris pada akhir 1970, dengan bentuk pola-pola lingkaran sederhana. Pada masa-masa setelahnya, pola-pola tersebut kini cenderung bertambah rumit dan tidak terbatas hanya pada hanya bentuk lingkaran saja. Namun karena mengacu pada asal-usulnya, maka istilah lingkaran tanaman atau crop circle ini masih dipertahankan.

Orang-orang yang mempelajari fenomena lingkaran tanaman ini sering disebut juga dengan istilah ‘cerealogis’, dan ilmu yang mempelajari fenomena ini disebut dengan ‘cereolog’. Para cerealogis kemudian mengembangkan istilah baru untuk fenomena ini, yaitu ‘agriglif’.

Fenomena lingkaran tanaman seringkali dikait-kalitkan dengan isu benda terbang aneh, atau UFO, atau makhluk luar angkasa.

Fenomena ini juga terjadi di tanah air tercinta, Indonesia. Pada hari Minggu tanggal 23 Januari 2011 pukul 17.00 WIB, pihak Kepolisian Republik Indonesia di sector Berbah, Yogyakarta mengkonfirmasi munculnya lambing misterius berdiameter 70 meter yang dicurigai terkait dengan isu BETA atau makhluk luar angkasa yang dikenal dengan sebutan lingkaran tanaman atau Crop Circle di daerah persawahan di Gunung Suru, Jogotirto, Berbah di Sleman. Pihak kepolisian yang menyelidiki yang menduga bahwa lingkaran tanaman tersebut dibuat pada hari Sabtu malam sebelumnya, dan telah mengabadikan foto langka tersebut sebagai dokumentasi. Lingkaran tamanan di lading tersebut diyakini sebagai kejadian fenomena lingkaran tamanan yang pertama di Indonesia dan kemudian ramai disaksikan para warga sekitar tempat kejadian tersebut. Para warga sekitar meyakini lambang tersebut adalah simbol pendaratan pesawat BETA dari planet lain. Selain kesaksian tentang pesawat makhluk asing, terdapat berbagai kesaksian dari warga sekitar tentang penyebab fenomena tersebut, seperti SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) milik PLN, maupun sebuah angin puting beliung terlihat naik turun di ladang tersebut dan membentuk lambang misterius tersebut.

Astronom Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, mengatakan bahwa lingkaran tanaman tidak disebabkan UFO, melainkan buatan manusia. Menurut Thomas, Fenomena yang sama di banyak negara lain membuktikan bahwa lingkaran tanaman adalah rekayasa buatan yang tujuannya dapat sebagai karya seni, komersial, maupun hanya lelucon kreatif. Sesuatu yang mudah untuk menjalankan fungsi monopoli oleh pemerintah, yang tentunya untuk pendidikan rakyat menuju bangsa yang cerdas dan berakhlaq. Meski pola yang digambarkan lingkaran tanaman terkadang terlihat rumit dan susah, banyak orang yang membuat lingkaran tanaman di berbagai negara-negara lain.

Thomas sendiri mengkonfirmasi bahwa LAPAN tidak akan mengirim tim untuk menyelidiki fenomena lingkaran tanaman yang terjadi di Sleman karena dia meyakini bahwa lingkaran tanaman tersebut adalah pasti buatan manusia dan bukan merupakan fenomena antariksa.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: