Menyikapi Kekalahan

27 Agu

pada hari kartini yang lalu, Namira ikut lomba baca puisi di sekolahnya. Namira tidak hanya dikenal pandai membaca puisi, tetapi ia juga pandai menulis puisi. ia bahkan sering memenangkan lomba baca puisi antar sekolah. pada lomba kali ini, Namira sangat yakin dirinya akan menjadi juara, seperti biasanya. oleh karena itu, ia berlatih sekedarnya saja. ia merasa kemampuan dan mengalamannya di atas rata-rata peserta lainnya.


tak disangka, pada lomba kali ini Namira menderita kegagalan. galar juara diraih Jessy, teman dekatnya. namun, Namira tidak bisa menerima kenyataan itu. ia tidak bisa menerima kekalahannya. ia pun lalu protes kepada bapak dan ibu guru. parahya lagi, semenjak itu Namira tak pernah bertegur sapa lagi dengan Jessy.


sikap Namira itu disebut sikap tidak sportif, karena ia tidakmua menerima kekalahannya. padaha, dalam setiap lomba pasti ada yang menang dan apa yang kalah. dan seorang juara, belum tentu akan trus-menerus menjadi juara kalau dia giat berlatih. seheat apapun sang juara, jika kemampuannya tidak terus diasah, lama-kelamaan bakal kalah oleh orang lain yang lebih hebat dan lebih giat berlatih.


seorang juara seperti Namira, mestinya bisa bersikpa sportif, menerima kekalahan dengan lapang dada. memprotes keputusan juri dan tidak menyapa orang yang mengalahkan dia, bukanlah sikap juara sejati. seorang juara sejati, mestinya selalu siap menang dan siap kalah. seorang juara sejati tidak boleh menyalahkan orang lain yang lebih hebat dari dirinya. justru kalau merasa diri lebih hebat dan bersikap takabur, lalu menganggap remeh orang lain, dan akhirnya kurang giat berlatih, sesungguhnya dia sedang membuka peluang bagi orang lain untuk mengalahkan dirinya.


jadi, daripada protes, menggerutu atau menyalahkan oranglain, memang lebih baik melakukan introspeksi atau bercermin diri. bertanya kepada diri sendiri, mengapa kali ini bisa kalah? lalu kekalahan itu dijadikan pemicu atau pendorong motivasi unutk bangkit kembali, berlatih lbih keras, guna kembali merebut gelar juara yang telah lepas dari genggamannya itu. niscaya, pada pelombaan mendatang, gelar juara akan dapat dirain kembali.

princess ndda mirror
27-8-10

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: