Bercanda yang Baik

19 Agu

bercanda memang asyik, bisa mengusir rasa penat sekaligus menghibur orang lain. tapi, eitts… bercanda pun ada aturannya lho, supaya tujuan menghibur tidak malah mendatangkan amarah orang lain. lalu, bagaimana cara bercanda yang baik?

  • dengan siapa?

kita hendak bercanda dengan siapa, denagn teman sebaya, adik yang masih kecil atau orang yang lebih tua? bentuk canda kita tidak bisa disamaratakan unutk segala usia. kalau dengan teman sebaya atau adik, misalnya, mungkin kita bisa mengagetkannya. tapi, kalau dengan orang yang sudah tua, itu berbahaya. dengan orang yang sudah tua, sebaiknya dengan lontaran kata kata yang lucu saja, sehingga mengundang tawa.

  • perhatikan suasananya

saat hendak bercanda, perhatikan juga suasana disekitar kita. dalam suasana formal, misalnya saat guru sedang menerangkan pelajaran, hindari canda kalau kita tak ingin kena hukuman.
perhatikan juga suasana hati orang yang akan kita ajak bercanda. jika dia terlihat sedih atau sakit, hmm… stop dulu deh, bercandanya! bukannya terhibur, bisa bisa dia marah marah lho.

  • pikirkan dampaknya

sebaiknya pikirkan ula dampak dari candaan yang akan kita lakukan terhadap seseorang. misalnya, kalau orang itu agak serius, lontaran candaan ringan mungkin tidak akan membuatnya tertawa. sebaliknya, dengan candaan yang agak berat, yang menyerempet mata pelajaran, barangkali dia bisa tertawa terbahak-bahak!
oh ya, jika orang malas menanggapi candaan kita, lebih baik tidak usah kita teruskan. sebab, malah akan bikin susana jadi kaku dan tidak enak.

  • hindari SARA dan fisik

dalam bercanda, hindari kata-kata yang menginggung SARA (suku, agama, ras dan antar golongan). hindari pula kata-kata yang menyinggunugkekurangan fisik orang lain, seperti kerempeng, gendut, pesek, cebol, dan sebagainya. sebab, kata kata seperti itu sangat sensitif bagi orang orang tertentu, sehingga bisa menyinggung perasaan dan menimbulkan pertengkaran.

  • tidak menyakiti hati orang lain

hindaripula candaan yang dapat menyakiti hati maupun fisik orang lain. candaan yang bisa menyakiti hati orang lain misalnya menyinggung latar belakang orang tersebut. contohnya, “anak sopir kok, belagu!” , “bagaimana mau cantik, mamanya saja jelek” , dan sebagainya. sedangkan contoh candaan yang menyakiti fisik orang lain adalah mengerjainya hingga terpeleset, jatuh, tertimpa benda, menduduki sesuatu, dan sebagainya.

princess ndda tips
19-8-10

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: